JTIK POLSUB dan Perpustakaan Subang Berkolaborasi dalam FGD Pengembangan Sistem Perpustakaan


JTIK POLSUB – Sebuah inisiatif penting yang berpotensi merevolusi layanan publik di Kabupaten Subang telah dimulai. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer (JTIK) POLSUB menggelar FGD (Focus Group Discussion) dengan para pengelola Perpustakaan Kabupaten Subang. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Kabupaten Subang ini menandai langkah awal dari sebuah kolaborasi strategis untuk merancang dan mengembangkan sistem perpustakaan berbasis teknologi informasi yang lebih modern, efisien, dan inklusif.

FGD ini tidak sekadar pertemuan biasa, melainkan sebuah forum yang krusial. Tujuan utamanya adalah menciptakan wadah kolaborasi yang kuat untuk merancang solusi teknologi informasi yang inovatif. Solusi ini dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan-tantangan yang selama ini dihadapi oleh perpustakaan, seperti efisiensi dalam pengelolaan data peminjaman, peningkatan aksesibilitas bagi masyarakat, dan modernisasi layanan. Kehadiran tim akademisi dari JTIK POLSUB membawa angin segar berupa keahlian teknis dan pemikiran inovatif, sementara masukan dari staf Perpustakaan Kabupaten Subang memberikan perspektif yang sangat berharga mengenai kebutuhan riil dan dinamika operasional sehari-hari. Sinergi antara teori dan praktik ini memastikan bahwa sistem yang akan dikembangkan tidak hanya canggih, tetapi juga benar-benar relevan dan dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan. Kolaborasi ini juga menjadi bukti nyata komitmen kedua belah pihak dalam mendukung visi pemerintah daerah untuk menjadikan Subang sebagai kota yang melek digital dan berpengetahuan.

Proses FGD yang Terstruktur dan Kolaboratif
Proses FGD ini dilaksanakan melalui diskusi terarah yang melibatkan pertukaran ide secara terbuka dan intensif. Tim PKM JTIK POLSUB memaparkan berbagai potensi teknologi yang bisa diterapkan, sementara para pengelola perpustakaan menyampaikan tantangan-tantangan yang mereka hadapi. Diskusi ini berfokus pada identifikasi kebutuhan esensial—mulai dari sistem manajemen koleksi digital, fitur pencarian yang lebih mudah, hingga pengembangan aplikasi mobile untuk aksesibilitas yang lebih luas.

Dari diskusi tersebut, disepakati beberapa poin penting yang akan menjadi dasar perancangan sistem, termasuk pengembangan database terpusat, integrasi dengan media sosial untuk promosi kegiatan, dan fitur reservasi buku secara daring. Setiap usulan yang muncul dianalisis secara mendalam untuk memastikan bahwa solusi yang diambil tidak hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.

Langkah Selanjutnya: Implementasi dan Harapan
Hasil dari FGD ini menjadi blueprint yang akan menjadi panduan Tim PKM JTIK POLSUB dalam proses pengembangan sistem. Mereka akan segera memulai fase perancangan teknis dan pengkodean, dengan target purwarupa (prototype) yang bisa diuji coba dalam beberapa bulan ke depan. Perpustakaan Kabupaten Subang akan terus menjadi mitra strategis yang akan memberikan umpan balik selama proses pengembangan.

Dengan adanya sistem perpustakaan berbasis teknologi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Subang akan semakin mudah mengakses sumber-sumber literasi, baik dalam bentuk fisik maupun digital. Inisiatif ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi internal perpustakaan, tetapi juga akan mendorong minat baca dan literasi digital di kalangan masyarakat, menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang dinamis dan relevan di era digital ini. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara dunia pendidikan dan instansi publik dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi kemajuan daerah.