JTIK POLSUB Peringati Maulid Nabi 1447 H, Tekankan Pentingnya Akhlak Rasulullah di Era Digital


Rabu, 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah, yang bertepatan dengan 5 September 2025, kita kembali memperingati hari kelahiran sang suri tauladan, Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi sangat penting karena memiliki tiga makna mendalam bagi kita sebagai umatnya. Pertama, ini adalah momentum untuk merenungi dan meneladani akhlak mulia Rasulullah. Di tengah derasnya arus zaman, sifat-sifat beliau seperti kejujuran (As-Siddiq), dapat dipercaya (Al-Amanah), kecerdasan (Fathonah), dan penyampaian kebenaran (Tabligh) adalah kompas moral yang harus senantiasa kita pegang dalam setiap aspek kehidupan.

Kedua, Maulid Nabi adalah sarana untuk mempererat ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama muslim. Melalui berbagai kegiatan seperti pengajian, shalawat bersama, dan kegiatan sosial, kita berkumpul, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan memperkuat ikatan komunitas yang didasari oleh kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ketiga, dan yang terpenting, peringatan ini bertujuan untuk terus meningkatkan dan menyuburkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Dengan kembali mengkaji sirah (perjalanan hidup), perjuangan, dan sunnah-sunnahnya, rasa cinta dan rindu kita kepada beliau akan semakin mendalam. Kecintaan inilah yang menjadi fondasi utama dalam menjalankan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh).

Mari kita jadikan Peringatan Maulid Nabi tahun ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan titik tolak untuk memperbaiki diri, keluarga, dan masyarakat. Semoga kita semua tergolong sebagai umat yang senantiasa meneladani akhlaknya dan berhak mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir kelak. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.